Senin, 13 Oktober 2025

*Kreasi Jagung Tak Terbendung: Ibu-ibu Cilampuyang Unjuk Gigi dalam Lomba Diversifikasi Makanan Olahan"

Cilampuyang, Malangbong, Garut 

– Sorak sorai dan aroma lezat bercampur menjadi satu di halaman Posko KKN STAI Siliwangi Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut pada hari Minggu, 02 Februari 2025. Sebanyak lima kelompok ibu-ibu dari setiap Rukun Tetangga (RT) di RW 01 Desa Cilampuyang beradu kebolehan dalam Lomba Diversifikasi Makanan Olahan berbahan dasar jagung. Lomba yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Siliwangi Garut ini sukses memukau warga dan tamu undangan yang hadir.

Acara dibuka oleh Agus Samsudin, Kepala Desa Cilampuyang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN STAI Siliwangi yang telah menggagas acara bermanfaat ini. "Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tapi juga menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di desa kita," ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh masyarakat, perangkat desa, serta dosen pembimbing dari STAI Siliwangi. Kehadiran mereka menambah semarak acara dan memberikan dukungan moral bagi para peserta.

Lomba ini diikuti oleh ibu-ibu yang penuh semangat dan kreativitas. Setiap kelompok menampilkan hasil olahan jagung yang unik dan menggugah selera. Ada yang membuat urb jagung warna-warni, kue jagung dengan berbagai topping, leupeut jagung dengan bumbu rahasia, hingga jasuke yang menyegarkan bagi siapa saja yang sedang kehausan.

"Kami sangat antusias mengikuti lomba ini. Selain bisa menyalurkan hobi memasak, kami juga bisa belajar banyak tentang bagaimana mengolah jagung menjadi makanan yang lebih bervariasi dan bernilai gizi," ujar Ibu Komanah, dari kelompok "Bag Big Bug" yang akhirnya keluar sebagai juara pertama.

Kelompok "Bag Big Bug" berhasil memukau dewan juri dengan kreasi olahan kue jagung  "Fantasi Nusantara". Kue jagung yang mereka buat tidak hanya enak, tapi juga cantik dengan warna-warni alami dari bahan-bahan yang ada didaerah setempat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa jagung itu tidak hanya bisa diolah menjadi nasi jagung biasa. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, kita bisa membuat nasi jagung yang lebih menarik dan disukai semua orang," kata Ibu Komanah.

Selain kelompok "Bag Big Bug", kelompok lain juga tidak kalah kreatif. Kelompok "Suranyeh" misalnya, membuat pudding jagung dengan taburan keju dan cokelat yang menggoda. Tak ketinggalan Kelompok yang mewakili RT 003 menyajikan es jagung Cribi yang bikin ketagihan. 

Dewan juri yang terdiri dari ahli gizi dari Puskesmas Malangbong, chef lokal, dan perwakilan dari STAI Siliwangi Garut cukup kesulitan dalam menentukan pemenang karena semua hasil olahan jagung yang ditampilkan sangat kreatif dan enak.

"Semua peserta lomba ini hebat-hebat. Mereka berhasil menunjukkan bahwa jagung itu bisa diolah menjadi berbagai macam makanan yang lezat dan bergizi," puji Dr. Rina Nurdiana, M.Ag. dosen pembimbing yang juga menjadi bagian dari tim juri.

Lomba Diversifikasi Makanan Olahan berbahan dasar jagung ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman antar ibu-ibu. Mereka saling bertukar resep, tips memasak, dan informasi tentang manfaat jagung bagi kesehatan.

"Kami senang bisa ikut serta dalam acara ini. Selain bisa menambah teman, kami juga bisa belajar banyak tentang bagaimana memanfaatkan jagung untuk meningkatkan pendapatan keluarga," tutur Ibu Yani, salah satu peserta lomba.

Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Cilampuyang untuk lebih memanfaatkan potensi jagung yang melimpah di daerah mereka. Selain itu, lomba ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya wirausaha baru di bidang kuliner berbasis jagung.

"Kami berharap, setelah acara ini, semakin banyak ibu-ibu yang berani berinovasi dan menciptakan produk olahan jagung yang bisa dijual. Dengan begitu, jagung tidak hanya menjadi alternatif makanan pokok setelah nasi, tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi keluarga," kata Agus Samsudin.

Lomba Diversifikasi Makanan Olahan berbahan dasar jagung ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Semua peserta mendapatkan hadiah hiburan sebagai penghargaan atas partisipasi mereka. Acara ini berlangsung sukses dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta dan tamu undangan.

Jumat, 29 Maret 2024

**Menginspirasi Melalui Apresiasi**

 Apresiasi merupakan kunci penting dalam membentuk lingkungan kerja yang positif dan produktif. Ketika karyawan merasa dihargai dan diakui atas kontribusi mereka, hal itu dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja mereka. Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, penting bagi perusahaan untuk memahami dan menerapkan prinsip apresiasi dengan baik. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang pengaruh apresiasi terhadap kinerja, serta menyajikan contoh-contoh nyata tentang bagaimana apresiasi dapat menginspirasi dan meningkatkan produktivitas.


**1. Motivasi Tinggi**


Ketika karyawan merasa dihargai, motivasi mereka untuk bekerja lebih keras dan mencapai tujuan perusahaan akan meningkat secara signifikan. Contohnya, sebuah perusahaan yang secara teratur memberikan penghargaan kepada karyawan yang berkinerja tinggi, baik dalam bentuk pengakuan publik, bonus, atau penghargaan lainnya, akan melihat peningkatan dalam semangat dan dedikasi karyawan mereka. Sebagai contoh, perusahaan teknologi terkemuka yang memberikan penghargaan "Karyawan Bulan" tidak hanya memberikan pengakuan kepada pemenang, tetapi juga mendorong karyawan lain untuk berusaha lebih keras untuk mencapai pengakuan serupa.


**2. Peningkatan Kinerja**


Apresiasi yang tulus dan terarah dapat membawa perubahan positif dalam kinerja karyawan. Ketika karyawan merasa bahwa upaya mereka dihargai dan diperhatikan, mereka cenderung untuk lebih berkomitmen terhadap pekerjaan mereka dan berusaha untuk meningkatkan kualitas hasil kerja mereka. Sebagai contoh, sebuah studi yang dilakukan di sebuah perusahaan manufaktur menemukan bahwa setelah diberlakukannya program apresiasi yang konsisten, tingkat kesalahan dan tingkat absensi karyawan menurun secara signifikan, sementara produktivitas meningkat secara substansial.


**3. Peningkatan Keterikatan**


Apresiasi juga dapat memperkuat ikatan antara karyawan dan perusahaan. Ketika karyawan merasa dihargai dan diperhatikan, mereka cenderung untuk merasa lebih terikat secara emosional terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Hal ini dapat mengurangi tingkat pergantian karyawan dan meningkatkan retensi bakat, yang pada gilirannya dapat menghemat biaya rekrutmen dan pelatihan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi yang secara teratur mengadakan acara apresiasi untuk merayakan pencapaian karyawan dan merayakan ulang tahun perusahaan melihat peningkatan yang signifikan dalam tingkat retensi karyawan mereka.


**Kesimpulan**


Dalam dunia bisnis yang kompetitif, apresiasi bukanlah sekadar bonus tambahan, tetapi merupakan elemen kunci dalam membangun budaya perusahaan yang positif dan berkinerja tinggi. Dengan memberikan pengakuan yang tulus dan terarah kepada karyawan, perusahaan dapat memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, meningkatkan kinerja mereka, dan memperkuat ikatan mereka dengan perusahaan. Dengan demikian, penting bagi setiap perusahaan untuk memprioritaskan apresiasi sebagai bagian integral dari strategi manajemen mereka.


---